Cinta Alam, Cinta Kehidupan

sebagai orang yang cinta akan alam , tentunya mempunyai dasar-dasar yang penting , dalam usahanya melestarikan lingkungan . kepedulian inilah yang diharapkan , agar kelangsungan kehidupan ekosistem terjaga . meskipun mendapat predikat dari sebagian masyarakat , identik dengan unsur ”ndeso-nya” , itupun belum pasti . di hati mereka , masih ada butir-butir kearipan yang terpendam , yang kadang tidak dimiliki oleh orang lain . sebenarnya , mereka ini , sepenuh hati , untuk menjaga lingkungan , dari unsur kerusakan alam . mereka tidak segan-segan turun ke jalan , tanpa upah , dan hanya bermodalkan kepedulian , untuk berusaha menjaga , agar lingkungan alam tidak rusak .

dalam memperkenalkan adik-adiknya pada cinta lingkungan , banyak caranya . salah satu diantaranya , dengan mengenalkan mereka ke suatu tempat , yang alamnya indah , untuk mengenalkan . proses pengenalan terhadap alam , tidak begitu saja diterapkan . masih melalui proses-proses , yang sebelumnya sudah dipatenkan . itulah salah satu ciri dari keluarga pecinta alam , dalam memberikan masukan kepada adik-adiknya . proses yang tidak mudah . perlu adanya perjuangan . apalagi , dalam memasuki kelompoknya . dibutuhkan langkah-langkah , yang harus mereka terima , dari teori-teori materi sampai pada pengenalan alam yang semestinya , sebelum diterima .

salah satu keluarga yang peduli akan keindahan alam yang masih asri , adalah kapalasastra . kelompok yang terbentuk pada tahun 1974 ini , merupakan komunitas dari mahasiswa pecinta alam , yang ada di fakultas sastra , universitas gadjah mada . selain bergerak di bidang ekspedisi , keluarga ini , tidak melupakan akarnya , yaitu pendidikan cinta alam . bahkan , mereka membagi pengalamannya , untuk ditularkan kepada adik-adiknya . dalam perkembangan selanjutnya , sebagai keluarga pecinta alam fakultas sastra atau ( kapalasastra ) , unsur pendidikan pada cinta lingkungan , mulai dikembangkan . pendidikan yang dititikberatkan pada cinta alam , cinta kehidupan , tanpa meninggalkan keagungan tuhan . pada awalnya , pendidikan yang hanya diberikan pada anak-anak mereka sendiri , tidak menutup kemungkinan , lambat laun , melihat kondisi lingkungan sekarang ini mulai rusak , pendidikan akan cinta lingkungan , diterapkan pada adik-adik angkatan , bagaimana caranya menjaga alam itu tetap lestari .

terlihat … , ketika sebagian anggota kapalasastra ini , di pagi hari , bersama dengan keluarga masing-masing , menyempatkan diri untuk menikmati udara segar , dan alam di sekitar lereng yang ada di daerah turgo ini . dengan suasana ”alamnya yang masih segar , berderetnya beberapa kolam ikan , mereka bisa menikmati jernihnya aliran sungai yang ada disama .

betapa agung ciptaannya . pemandangan alam yang begitu indah . kesempatan ini , tidak disia-siakan oleh tim , untuk berkumpul bersama dalam acara temu kangen yang diadakan di bise camp watu-tea , yang di pimpin oleh gati handoko . pada intinya , konsep yang diterapkan adalah “back to nature” . Dan , tanggung jawab yang dipikul bagi pecinta alam sangatlah berat . kenapa berat ? . namun dengan kerelaan sepenuhnya pada lingkungan , apapun rintangan yang dihadapi , menjadi ringan . Sehingga , pecinta alam , dituntut , perlunya kesadaran yang tinggi , dalam menjaga kelestarian alam . di sana ….. semua dapat menikmati dengan bebas pemandangan alam yang disuguhkan , jalan-jalan , maupun berkesempatan untuk mancing ikan yang ada di kolam . yang paling mengasikkan adalah , bermain air sungai yang begitu jernih . pemandangan ini terekam , ketika para orang tua , sedang mengenalkan anaknya betapa nikmatnya air sungai yang ada . tim , tanpa dikomando , langsung saja berkubang ……. . sungguh …. , suasana yang menyenangkan .

kesempatan yang langka pun , tim mendapatkannya juga , ketika di beri kesempatan untuk belajar bagaimana cara memerah air susu sapi . dengan sedikit pelatihan , tim segera mencobanya . dan tidak tanggung-tanggung …. . cepat juga ya belajarnya . dengan ritme yang dinamis , kucuran susu , memenuhi tempatnya .

itulah beberapa pemandangan dan pembelajaran yang disuguhkan watu-tea , kepada mereka , untuk lebih mencintai alamnya . selain itu , pecinta alam , juga diwajibkan untuk lebih mengenal , kondisi alam . lebih-lebih pada pendidikan yang diberikan kepada generasi penerus ini , sangatlah penting . karena dengan pengenalan lingkungan yang diberikan sejak awal ini , diharapkan , pada generasi penerus , setidaknya dapat menyelamatkan lingkungannya , agar tetap lestari . asalkan…. , dikemas secara benar .,

3 Komentar

  1. tundung said,

    24 September, 2007 pada 9:28 pm

    kapala tanpa eternit……
    dingin……
    tak ada yang peduli…..

  2. wibi said,

    7 November, 2007 pada 4:50 pm

    Saya punya solusi untuk mengurangi 75% polusi kendaraan bermotor.
    Mau info lebih lengkap?
    Send email to savetheplanet.bewealthy@yahoo.com
    let’s save our planet ^.^

  3. tundung said,

    21 Maret, 2008 pada 8:46 pm

    kok anak-anak kapala gak mau ngurusin calon web barunya!!!!!!!!
    padahal dah siap nih untuk di up load……..
    tinggal ijinnya aja…….
    wul…..tolong diurusi…….
    icad gak mau lagi ngurusi je…..
    salam untuk mama pandaku tersayang ya…..
    cepet selesaiin TAnya……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: