Taman Sari Tempo Doeloe

Sebagai kota pariwisata , Yogyakarta memiliki beragam obyek wisata yang dapat dinikmati wisatawan, baik wisatawan manca negara maupun wisatawan domestik. Untuk mendukung kota ini sebagai kota pariwisata , perlu juga adanya berbagai sumber potensi yang dapat mengangkat citra kota yogyakarta sebagai kota pariwisata seperti sentra – sentra kerajinan misalnya, banyak seni kerajinan yang di tawarkan, yang dapat menarik minat wisatawan. Obyek wisata kraton Yogyakarta juga salah satu sumber potensi wisata yang mampu menarik wisatawan, karna didalamnya memiliki nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi. salah satu bangunan bersejarah yang dimiliki kraton yogyakarta ialah bangunan “Taman Sari”, Taman sari ini , terletak masih di dalam komplek kraton yogyakarta , lebih tepatnya terletak di belakang pasar ngasem. menurut catatan sejarah , bangunan taman sari , dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkuuwono I , dan pembangunannya diteruskan oleh Sultan Hamengkubuwono keII , dan fungsinya sebagai tempat peristirahatan dari Hamengkubuwono pertama hingga hamengkubuwono ketiga.Taman Sari dibangun setelah perang gianti . Sultan HamengkuBuwono I memerlukan bangunan ini, yang dipergunakan untuk menentramkan hati, tempat istirahat, dan berekreasi bagi seluruh keluarga kraton.

Bangunan Taman Sari ini , menggunakan gaya bangunan Portugis . karna menurut cerita , arsitek dari bangunan ini adalah orang Portugis, yang di beri nama demang tegis.
Pembangunan taman sari tersebut selain menggunakan tenaga kerja dari lingkungan Yogyakarta sendiri juga berasal dari daerah Kedu, Madiun, Jipang dan lain-lainnya. sewaktu bangunan tersebut dikerjakan, Sultan sering juga mendatangi, bahkan pernah tidur di tempat tersebut. dan apabila Sultan sedang berkunjung ke Taman Sari, yang mewakili Sri Sultan dalam segala kedudukan dan kewajibannya adalah KGPA Adipaten Anom. dahulu , kawasan taman sari sangatlah luas . mencakup pasar ngasem, kampung taman, dan kawasan sekitarnya. kawasan tersebut dulunya sebagian berupa “segaran” atau danau buatan, pesanggrahan, ataupun taman bunga. pada dasarnya , bangunan ini sebagai tempat peristirahatan , atau tempat untuk berekreasi. tetapi bila kita cermati bangunan ini tidak hanya sebagai bangunan untuk bersenang- senang saja. ini dapat kita lihat dengan adanya bangunan “urung-urung” atau lorong di bawah tanah , dan adanya bangunan pulau Cemeti yang berfungsi sebagai tempat pengintaian apabila ada musuh yang datang.
Taman Sari memiliki beberapa bagian utama, yang setiap bagian- bagiannya memiliki fungsi atau kegunaan tersendiri . seperti bangunan sakral Taman Sari yang ditunjukan dengan sebuah bangunan yang agak menyendiri. ruangan ini terdiri dari sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat pertapaan Sultan.
Bagian kedua adalah bagian kolam pemandian . bangunan ini dulunya dipakai oleh Sultan dan keluarganya untuk bersenang- senang . bangunan ini terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan oleh bangunan bertingkat. air di dalam kolam tersebut keluar dari pancuran yang berbentuk naga. yang ketiga adalah bangunan pulau kenanga yang terdiri dari beberapa bangunan, yaitu pulau kenanga atau pulau cemeti, sumur gemuling dan lorong- lorong bawah tanah. Pulau kenanga atau pulau Cemeti ini adalah sebuah bangunan tinggi, yang berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat, dan tempat untuk mengintai apabila musuh datang. Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan yang melingkar yang berbentuk seperti sumur, dan di dalamnya terdapat ruangan- ruangan yang dahulu dipergunakan sebagai tempat shalat. Sementara itu Lorong- Lorong yang berada di kawasan ini, menurut cerita adalah sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Taman Sari dengan keraton Yogyakarta. bahkan ada yang bercerita, apabila kita meneluuri lorong ini kita akan sampai di pantai selatan. Lorong ini konon juga merupakan jalan bagi Sultan untuk bertemu Nyai Roro kidul. tetapi fungsi utama lorong ini juga sebagai tempat perlindungan dan pertahanan bagi musuh.Tetapi menurut salah satu pemandu wisata Taman sari, menceritakan, bahwa pada tahun 1812 gempa bumi dari gunung Merapi mengakibatkan bangunan ini rusak.

Dahulu , kawasan taman sari sangatlah luas, tetapi akibat gempa bumi dari gunung merapi tersebut, Sebagian bangunan Taman Sari berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk. sampai sekarang banyak bangunan yang rusak danS tidak dapat diteliti kembali, akibat gempa bumi dari merapi tersebut.

Menurut Pak Farid setelah di renofasi pengunjung Taman Sari yang datang tidak bisa di pastikan banyak, sedikitnya.

Taman sari adalah salah satu dari 100 situs dunia yang terancam rusak, dan harus di selamatkan. taman sari tidak hanya dikenal di nusantara saja melainkan di dunia internasional juga mengakui dan mengagumi keberadaan Taman Sari. Maka, sebagai pewaris kekayaan tersebut . kita wajib untuk melestarikan dan merawat bangunan terebut dengan cara tidak mengotori, corat- coret, atau perbuatan yang dapat merusak bangunan Taman Sari.

10 Komentar

  1. deby artha said,

    28 Januari, 2007 pada 11:36 am

    tolong domk ak dikasih gambar dari taman sari itu sendiri..biar nantinya aku tau bahwa taman sari itu masih jadi temapt wisata di jogja

  2. hendra said,

    13 Maret, 2007 pada 3:08 pm

    it’s good

  3. cintya said,

    19 April, 2007 pada 2:36 pm

    wah sebenernya Apa Kabar Jogja itu apa sih?
    apa kabar jogja isinya apa?
    sama ga sih dengan apa kabar jogja yang di RBTV itu?
    keunggulan dari situs ini apa?
    boleh ga’ kalo aku kasih info-info yogyakarta yang aku tau?

  4. Vonogroft said,

    24 Juni, 2007 pada 2:07 pm

    ford san diego

  5. datavince said,

    2 Juli, 2007 pada 9:52 pm

    Artikel semuanya menarik….apa lagi ditambahkan dengan gambar-gambar tempo doeloe dari Jogja khususnya kehidupan kratonnya.

    Saya mencari foto bukan lukisan lho…dari Sultan Agung (Mas Rangsang) dan foto HB IV.

    Terima kasih (datavince@yahoo.com)

  6. nopHex said,

    2 Agustus, 2007 pada 1:02 pm

    tolong dunk kasih gue keterangan seputar pengelola taman sar dan strategi pemasaranya coz gue butuh banget tu data!!!!thanks b4 guys n be waiting 4 the information_

  7. irawan said,

    9 Agustus, 2007 pada 11:49 pm

    Saya dulu pernah membaca artikel Taman Sari di majalah Intisari, itu 20 tahun lalu, lengkap dan menarik. Siapa bisa bantu saya memberi denah Taman Sari ?

    Atas perhatian teman-teman saya ucapkan terima kasih.

  8. bee said,

    23 September, 2007 pada 1:04 am

    punya video ttg tamansari ga?
    thanx..

  9. 30 Oktober, 2007 pada 8:55 pm

    Hi! good work ! You are working in right direction


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: